All About Arkeologi Indonesia

Ditemukan tempat pemandian Roma di Jerusalem

Saat menggali lokasi untuk tempat pemandian ritual bagi kaum Yahudi di Jerusalem, Senin (22/11), para arkeolog Israel menemukan kolam pemandian milik legiun Roma yang menaklukan kota ini sekitar 2.000 tahun lalu.

Para arkeolog menemukan tangga menuju kolam berlantai mosaik putih dan ratusan ubin tanah liat yang dicap dengan nama legiun kesepuluh atau Legio Decima Gemina. Legiun bersimbol banteng ini adalah salah satu dari empat legiun Julius Caesar yang menginvasi Gaul pada 58 SM. Gaul atau Gallia merupakan wilayah yang saat ini meliputi Perancis, Belgia, Luxembourg, dan Jerman bagian barat.

Direktur penggalian Ofer Sion mengatakan penemuan ini membuktikan Roma jauh lebih besar dan luas dari yang diperkirakan. “Ini sangat penting karena dalam semua penggalian di daerah Yahudi, kami belum pernah menemukan bangunan dari abad kedua dan ketiga,” kata Sion.

Pihak berwenang Israel mengatakan setelah penggalian situs tersebut selesai, dewan kota akan meneruskan rencana pembangunan mikveh (tempat pemandian ritual Yahudi). Desain mikveh baru ini akan diintegrasi dengan peninggalan Roma tersebut.

Situs di Jerusalem ini diduga merupakan bagian dari kompleks yang lebih besar di mana para tentara Roma dulu membersihkan diri. Biasanya, setiap kota yang didirikan orang Roma memiliki setidaknya satu tempat pemandian, yang disebut thermae.

Thermae bukan kolam pemandian biasa, karena juga menjadi pusat sosialisasi. Thermae yang paling lengkap bisa saja terdiri dari berbagai bangunan, seperti perpustakaan, ruang untuk membaca puisi, galeri seni, tempat belanja, restoran, gimnasium, dan spa.

Banyak orang Roma menggunakan thermae sebagai tempat mengundang teman untuk jamuan makan malam. Para politikus memanfaatkan thermae untuk meyakinkan orang lain agar berpihak kepada mereka.

Para penguasa Roma seringkali membangun thermae untuk menarik perhatian publik dan menunjukkan kedermawanan mereka. Jika seorang Roma kaya ingin mengambil hati publik, dia akan membayar biaya masuk ke tempat pemandian semacam ini, bagi setiap orang di daerah itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s